Sri Puji Astuti Soroti Masih Maraknya Kekerasan Anak, Dorong Sosialisasi Perlindungan Lebih Gencar

Lintasasia.id Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus kekerasan anak yang hingga kini masih sulit sepenuhnya dicegah. Ia menilai, banyak kasus yang tidak terungkap ke publik karena korban sering kali merasa takut atau malu menghadapi stigma negatif dari lingkungan sekitar.

“Banyak anak yang enggan melapor karena takut atau merasa malu. Ini membuat kasus-kasus kekerasan sulit terdeteksi,” ujarnya, Senin (3/2/2025).

Dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap anak, Komisi IV DPRD Samarinda terus mendorong dinas terkait untuk aktif menjalankan program perlindungan anak. Menurut Sri Puji, tanpa sosialisasi yang masif, program tersebut tidak akan efektif.

“Kami mendorong agar program perlindungan anak lebih disosialisasikan. Tanpa edukasi yang kuat, upaya ini tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya.

Ia juga mengimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang untuk meningkatkan penyuluhan di lingkungan sekolah, terutama di tingkat SD dan SMP di bawah naungan Pemerintah Kota Samarinda. Materi penyuluhan, menurutnya, harus mencakup edukasi tentang bahaya kekerasan seksual dan risiko seks di usia dini.

“Dinas terkait harus lebih aktif masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya kekerasan seksual dan pentingnya menjaga diri,” jelas politisi Partai Demokrat ini.

Selain pendekatan langsung di sekolah, Sri Puji juga menyarankan pemanfaatan media daring untuk menyebarkan informasi dan pesan perlindungan anak secara lebih luas. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak, mulai dari keluarga hingga masyarakat, dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan anak-anak.

“Selain keluarga, masyarakat juga harus ikut berperan dalam melindungi anak-anak. Pencegahan kekerasan ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *