Lintasasia.id Samarinda — Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda melalui Komisi II meningkatkan pengawasan atas ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di seluruh kecamatan.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan puasa.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional dan pusat distribusi. Upaya ini disertai dengan persiapan langkah strategis guna memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.
“Kami sudah mulai turun ke lapangan untuk melihat kondisi harga dan pasokan. Selain itu, kami berencana mengumpulkan seluruh camat guna membahas kesiapan menghadapi Ramadan, termasuk soal ketersediaan gas LPG yang sering dikeluhkan,” ujar Iswandi, Sabtu (22/2/2025).
Ia menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi kelangkaan bahan pangan yang bisa memicu lonjakan harga. Untuk itu, DPRD Samarinda telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Bulog, Pertamina, serta para pelaku distribusi guna menjamin kelancaran pasokan ke masyarakat.
“Permintaan masyarakat saat Ramadan meningkat pesat, jadi kami pastikan distribusi tidak terganggu. Kegiatan ekonomi warga pun harus tetap berjalan tanpa hambatan,” imbuh politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.
Sebagai bentuk pengawasan nyata, Komisi II DPRD Samarinda bersama Pemerintah Kota telah merencanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan sejumlah distributor utama.
Iswandi mengingatkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tanggap terhadap situasi di lapangan.
“Kalau sampai ada antrean panjang untuk gas LPG, itu indikator ada persoalan distribusi yang harus segera diatasi,” tegas legislator dari daerah pemilihan Samarinda Ulu itu.
Diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1446 H pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI.
DPRD Samarinda berharap melalui langkah-langkah ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa harus khawatir terhadap fluktuasi harga atau kelangkaan bahan kebutuhan pokok.





