Gaduh Tugu Pesut Mahakam, DPRD Samarinda Panggil Dinas PUPR untuk Klarifikasi Anggaran

Lintasasia.id Samarinda – Polemik seputar bentuk dan anggaran proyek Tugu Pesut Mahakam terus bergulir. Komisi III DPRD Kota Samarinda berencana memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) guna meminta penjelasan terkait transparansi penggunaan anggaran proyek tersebut.

Tugu setinggi 8 meter yang berlokasi di simpang empat Mal Lembuswana ini mengusung konsep unik dengan dominasi warna fusia dan berbahan dasar plastik daur ulang.

Selain berfungsi sebagai elemen estetika kota, tugu ini juga membawa pesan pelestarian Pesut Mahakam, mamalia air tawar khas Sungai Mahakam yang kini terancam punah.

Namun, bukan hanya desainnya yang menjadi perhatian publik. Anggaran proyek yang mencapai Rp 1,1 miliar menuai kontroversi, dengan banyak pihak mempertanyakan apakah nilai tersebut sebanding dengan hasil akhir pembangunan tugu tersebut.

Sebagai bentuk tindak lanjut atas respons masyarakat, DPRD Kota Samarinda akan segera menggelar rapat dengan Dinas PUPR guna menuntut kejelasan, khususnya terkait transparansi alokasi anggaran proyek ini.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, memastikan bahwa pemanggilan tersebut akan dilakukan setelah masa reses berakhir.

“Perkiraan jadwalnya sekitar minggu kedua atau ketiga Februari. Karena saat ini kami masih dalam agenda reses,” ujarnya, Jum’at (28/2/2025).

Deni menegaskan bahwa agenda rapat nanti tidak hanya membahas proyek Tugu Pesut Mahakam. DPRD juga akan mengevaluasi berbagai proyek infrastruktur lain di Kota Samarinda, termasuk program pengendalian banjir serta perencanaan pembangunan untuk tahun 2025-2026.

“Kami ingin memastikan semua proyek berjalan sesuai perencanaan dan anggaran yang transparan. Bukan hanya soal Tugu Pesut, tetapi juga berbagai pembangunan lain yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Menurut Deni, langkah ini bertujuan untuk membangun sinergi antara DPRD dan instansi terkait agar kebijakan pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal bagi warga Samarinda.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan proyek-proyek ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi ini akan mencakup berbagai aspek pembangunan yang sedang dan akan berjalan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *