lintasasia.id – Suasana GOR Segiri Samarinda pada Jumat malam di Jalan Kusuma Bangsa dipenuhi semangat luar biasa dari ribuan penonton. Mereka memusatkan perhatian pada panggung utama Samarinda Festival (Samfest), sebuah perayaan musik yang digelar oleh Pemerintah Kota Samarinda.
Dentuman musik, sorak sorai penonton, dan kilauan lampu panggung berpadu menciptakan kemeriahan pada malam kedua dari tiga hari rangkaian acara Samfest.
Dimas, salah satu penonton asal Samarinda Seberang, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
“Suasana malam Samarinda Festival ini rame, pecah banget! Penampilan yang paling ditunggu tentu saja For Revenge, akhirnya mereka datang juga ke Samarinda. Sudah lama banget nungguin!” ujarnya antusias.
Ia juga menyampaikan harapannya untuk keberlanjutan festival ini.
“Semoga ke depannya makin sukses dan bisa terus datangkan artis-artis besar dengan harga tiket yang terjangkau. Luar biasa kalian!”
Dimas turut memberikan semangat kepada para musisi, terutama For Revenge.
“Harus menyala pokoknya! For Revenge buat semua warga yang lagi sedih, patah hati—ayo kita rayakan bersama!”
Berbeda dengan Dimas, Dinda, yang juga berasal dari Samarinda Seberang, hadir untuk menyaksikan penampilan musisi lokal.
“Yang paling ditunggu Davy Jones, karena dia musisi asli Samarinda. Jadi harus dilestarikan,” ujarnya.
Menurut Dinda, Samarinda Festival sudah cukup baik, namun masih ada yang perlu diperbaiki.
“Mungkin tata letak panggungnya bisa diatur lagi, terlalu mundur. Terus banyak yang duduk juga—masa nonton konser duduk? Aneh banget,” ujarnya sambil tertawa.
Ia juga menyemangati para musisi lokal.
“Semangat terus buat musisi-musisi malam ini! Mungkin kali ini belum banyak yang tahu lagu kalian, tapi semoga penampilan kalian bikin orang-orang jadi penasaran dan ingin dengar lebih banyak.”
Sementara itu, Nay, seorang mahasiswi dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), turut merasakan semangat dan kegembiraan yang sama.





