Lintasasia.id – Selain tingginya harga beras, DPRD Samarinda juga menaruh perhatian pada isu beras oplosan yang ramai diperbincangkan. Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan perlunya sikap hati-hati dalam menangani isu tersebut agar tidak menimbulkan kerugian bagi pihak tertentu.
“Kalau memang ada permainan agen, kita harus tindak. Jangan sampai masyarakat jadi korban,” ujarnya.
Iswandi menambahkan, jika terbukti ada praktik kecurangan, maka sanksi harus diberlakukan. Namun, ia juga mengingatkan agar tuduhan tidak dilontarkan sembarangan tanpa bukti.
“Kalau terbukti ada praktik curang, tentu harus diberi sanksi. Tapi kalau tidak, jangan sembarang menuduh,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga mendorong adanya sinergi antar instansi untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Forum rapat tim pengendali inflasi daerah yang rutin digelar disebut sangat penting sebagai wadah mencari solusi bersama.
“Ini bukan hanya soal stok beras, tapi juga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai inflasi liar hanya karena distribusi tidak terkendali,” ujarnya.
Dengan melibatkan BUMD dalam distribusi, DPRD berharap masalah pangan bisa ditangani lebih cepat dan tepat.
“Kuncinya adalah komitmen bersama. Kalau semua pihak serius, harga dan stok pasti bisa terkendali,” tutup Iswandi.






