Lintasasia.id – Mataram, 2 Desember 2025, DPD Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Hukum (IMPERIUM) NTB menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah cepat dan tegas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat dalam membongkar dugaan gratifikasi “Pokir Siluman” yang menyeret puluhan anggota DPRD NTB lintas fraksi.
Kasus yang mencuat dalam beberapa bulan terakhir ini menarik perhatian publik lantaran dugaan penyimpangan Pokok Pikiran (Pokir) yang melibatkan aktor-aktor politik di DPRD NTB. Kejati NTB telah menyita lebih dari Rp 2 miliar yang diduga terkait aliran dana gratifikasi tersebut.
“Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB, Muh Zulkifli Said, menyampaikan bahwa penyitaan uang tersebut merupakan bagian dari pendalaman penyidikan,” ujar Zulkifli pada Kamis (20/11/2025). Langkah ini dinilai sebagai bukti keseriusan Kejati dalam mengungkap praktik koruptif tanpa kompromi.
Imperium: Kejati Harus Tetap Tegak, Jangan Takut Tekanan Politik
Ketua Umum DPD Imperium NTB, Ramadhan, menegaskan bahwa pihaknya melihat Kejati NTB bekerja secara profesional dan tetap berada di jalur hukum yang benar. Namun ia juga mengingatkan bahwa kasus sebesar ini sangat mungkin memunculkan tekanan dari berbagai kepentingan politik.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kejati NTB, khususnya Bapak Aspidsus Muh Zulkifli Said. Langkah-langkah beliau sangat progresif dan konsisten. Imperium meminta agar Kejati tidak sedikitpun gentar terhadap intervensi politik. Jika unsur keterlibatan seseorang terpenuhi, tetapkan sebagai tersangka tanpa pandang bulu,” tegas Ramadhan.
Menurutnya, keberanian Kejati NTB dalam menangani kasus ini menjadi harapan besar masyarakat NTB yang mendambakan pemerintahan bersih dan bebas praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa fungsi lembaga penegak hukum tidak boleh dilemahkan oleh tekanan politik dari manapun.
Tiga Legislator Sudah Jadi Tersangka, Pengusutan Belum Berhenti
Hingga saat ini, Kejati NTB telah menetapkan tiga anggota DPRD NTB sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi Pokir Siluman, yakni:
Hamdan Kasim (Partai Golkar)
Indra Jaya Kusuma (Partai Demokrat)
M. Nashib Ikroman (Partai Perindo)
Tak berhenti sampai di sana, Kejati NTB tengah melakukan pemeriksaan maraton terhadap puluhan anggota DPRD NTB lainnya pada 1–3 Desember 2025. Pemeriksaan intensif ini menunjukkan bahwa pengusutan kasus masih terus bergulir dan berpotensi menghasilkan tersangka baru sesuai alat bukti yang berkembang.
Imperium NTB Siap Mengawal Sampai Tuntas
Ramadhan menegaskan bahwa Imperium NTB akan berada di garis depan dalam mengawal proses hukum ini hingga benar-benar tuntas. Ia menyebutkan bahwa dana Pokir merupakan hak rakyat yang tidak boleh diperdagangkan atau dijadikan ruang transaksional politik.
“Ini menyangkut masa depan daerah. Masyarakat NTB menaruh harapan pada Kejati. Kami siap mengawal, mendukung, dan memberikan tekanan moral agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Imperium NTB meyakini bahwa keberanian Kejati NTB akan menjadi momentum penting dalam membersihkan praktik korupsi di tubuh legislatif daerah dan menjadi contoh bahwa penegakan hukum yang bersih masih dapat berdiri tegak meski berada di tengah pusaran kepentingan politik.






