Sani Bin Husain: Kemerdekaan Harus Dirasakan Lahir dan Batin

Lintasasia.id – Memasuki peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani Bin Husain, mengingatkan masyarakat untuk memaknai arti kemerdekaan secara lebih dalam. Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi harus benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya ingin di momen hari kemerdekaan kita yang ke-80 ini, masyarakat merdeka lahir batin. Batin tidak tertekan, lahirnya kenyang,” kata Sani saat ditemui di gedung DPRD, pada Jumat (15/8/2025).

Politikus yang dikenal vokal ini menilai, meski Indonesia telah lama merdeka, masih ada kebijakan yang dirasa memberatkan rakyat. Salah satunya adalah persoalan pajak dengan tarif yang dinilai terlalu tinggi sehingga menjadi beban bagi masyarakat.

“Segala penjajahan harus dihentikan. Iya, pajak 250 persen itu penjajahan kan,” tegasnya.

Lebih jauh, Sani menyebut bahwa keberhasilan negara dalam mengelola keuangan seharusnya diwujudkan dengan meringankan beban rakyat. Baginya, negara yang merdeka sejati adalah negara yang tidak menekan rakyatnya, baik melalui kebijakan maupun beban ekonomi.

“Kita ini negara merdeka, gak boleh ada pajak dan gak boleh ada hal-hal yang membuat masyarakat tertekan. Bisa negara tanpa pajak, asalkan penyelenggara Indonesia ini cerdas dan punya hati nurani,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *