Lintasasia.id – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, kembali menyoroti lemahnya sistem perlindungan anak di Kalimantan Timur. Ia menilai, kasus kekerasan terhadap anak terus berulang karena tidak adanya sistem pencegahan yang kuat di tingkat keluarga dan sekolah.
“Keluarga sering dibiarkan jalan sendiri tanpa bekal parenting yang memadai. Sementara sekolah terbebani target akademik, sehingga pendidikan karakter terabaikan. Pemerintah di mana? Seharusnya hadir menguatkan dua pilar utama ini,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Puji juga menyoroti meningkatnya kasus perundungan di sekolah sebagai bukti nyata bahwa perlindungan anak belum berjalan sebagaimana mestinya. Ia menegaskan bahwa tanpa kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, anak-anak akan semakin rentan mengalami trauma sejak usia dini.
“Anak-anak ini generasi penerus, bukan sekadar angka statistik. Kalau dari kecil mereka sudah terluka, bagaimana kita bisa berharap mereka tumbuh menjadi pribadi tangguh?” ucapnya.
Sebagai langkah konkret, Puji mendesak agar Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda memperkuat program pendidikan keluarga serta memperketat pengawasan di lingkungan sekolah. Ia juga mengingatkan agar program ramah anak tidak berhenti pada kegiatan seremoni semata.
“Selama ini banyak program bagus hanya berhenti di atas kertas. Kita butuh aksi nyata, bukan sekadar laporan,” tutupnya.






