Lintasasia.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-30 tahun 2024 yang diselenggarakan secara hybrid di Samarinda dan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Setelah acara pembukaan, Jokowi akan melanjutkan kegiatan dengan berkantor di IKN hingga 10 Oktober 2024. Ini adalah pertama kalinya MTQ Nasional digelar di dua lokasi berbeda secara hybrid, yakni Samarinda dan IKN.
Deputi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menyatakan bahwa Presiden akan berkantor di Istana Garuda IKN setelah membuka MTQN di Samarinda.
“Informasi terakhir seperti itu, sebulan berkantor di Istana Garuda,” ungkap Agung saat acara West Sulawesi Investment Forum 2024 di Balikpapan, Jumat (6/9/2024).
MTQ Nasional tahun ini juga dianggap istimewa oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni.
“Ini MTQ istimewa. Karena tidak didapati pada MTQ-MTQ sebelumnya. Pertama kali digelar di IKN, dibuka secara hybrid di dua lokasi dan menjadi saksi sejarah sebagai festival keagamaan pertama yang diselenggarakan di IKN,” ujar Sri Wahyuni.
Acara MTQN ke-30 ini akan berlangsung selama 10 hari, dari 6 hingga 16 September 2024, dengan partisipasi sekitar 6.000 peserta dari seluruh Indonesia.
Selain itu, acara ini juga akan dimeriahkan oleh 15 artis dari Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dan kafilah dari berbagai provinsi, termasuk 1.000 kafilah dari DKJ dan Jawa Timur.
Untuk memastikan kelancaran acara, Sekda Kaltim beserta jajarannya melakukan peninjauan ke 13 venue yang akan digunakan dalam MTQ.
Persiapan venue diklaim sudah mencapai 95 persen, dan diharapkan semua persiapan selesai 100 persen dalam waktu dekat.
“Mungkin besok sudah 100 persen siap semuanya terpasang, termasuk untuk venue pembukaan yang terus dikebut penyelesaiannya,” jelas Sri Wahyuni.
Selain itu, konsep pembukaan MTQN tahun ini menggabungkan elemen kolosal dan digital, dengan tarian kolosal yang menceritakan masuknya agama Islam ke Kaltim melalui Kerajaan Kutai.
“Jadi festival Qur’an terbesar ini kita konsepkan secara kekinian,” ujar Sri Wahyuni.





