Lintasasia.id Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan akan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda untuk membahas kekhawatiran masyarakat terkait keberadaan Tugu Pesut Mahakam yang baru dibangun di simpang empat Mal Lembuswana.
Pembangunan tugu ini mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama karena desainnya yang dianggap tidak biasa serta nilai anggarannya yang mencapai Rp1,1 miliar.
Sejumlah warga mengkritik bentuk tugu yang dinilai tidak sepenuhnya menyerupai pesut, sementara sebagian lainnya mempertanyakan transparansi dalam pengelolaan anggaran proyek tersebut.
Deni memahami adanya pro dan kontra di masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan hal wajar yang kerap muncul dalam setiap proyek pembangunan.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama dari pembangunan ini adalah untuk mendorong kemajuan Kota Samarinda.
“Setiap pembangunan pasti menghadirkan pendukung maupun penentang. Namun, yang perlu dilihat adalah tujuannya, yaitu demi kemajuan kota. Desain tugu ini menggunakan pendekatan seni dengan konsep siluet, bukan bentuk realistis, seperti yang sering diterapkan di kota-kota besar,” ujar Deni, Jum’at (24/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa konsep siluet memiliki nilai artistik tersendiri, meskipun mungkin sulit dipahami oleh sebagian masyarakat.
Sebagai perbandingan, Deni menyebut beberapa ikon di kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Singapura yang juga mengadopsi pendekatan serupa.
Namun, anggaran proyek ini tetap menjadi perhatian utama DPRD Samarinda.
Deni menegaskan bahwa dugaan terkait penyalahgunaan anggaran, termasuk kemungkinan korupsi, akan ditindaklanjuti.
Untuk itu, Komisi III DPRD akan meminta Dinas PUPR memberikan rincian penggunaan dana secara menyeluruh, mencakup biaya pra-desain, desain, hingga pengadaan material.
“Sebagai pihak pelaksana, Dinas PUPR tentu memiliki perhitungan tersendiri. Tetapi, kami perlu memastikan bahwa anggaran ini sudah digunakan sesuai peruntukannya. Hal ini akan kami bahas lebih lanjut bersama dinas terkait,” tegasnya.





