Lintasasia.id Samarinda – Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini upaya pengelolaan sampah di Kota Samarinda masih belum berjalan secara maksimal.
Ia menekankan pentingnya perhatian yang lebih serius dari seluruh pihak untuk mengatasi permasalahan ini.
Menurut Helmi, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif dari masyarakat juga sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Semua elemen, termasuk masyarakat, harus berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tidak adil jika seluruh tanggung jawab ini hanya dilimpahkan kepada DLH,” ucapnya, Jum’at (24/1/2025).
Helmi juga memaparkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab utama penumpukan sampah di beberapa titik di kota ini.
Salah satu masalah utama adalah kebiasaan masyarakat yang membuang sampah di luar jam operasional pengangkutan.
“Masih banyak warga yang membuang sampah setelah pukul 18.00, sehingga sampah sering menumpuk di lokasi tertentu. Selain itu, sampah yang dibuang sembarangan dari kendaraan juga menjadi penyebab munculnya sampah di berbagai tempat,” jelasnya.
Untuk menghadapi tantangan ini, Helmi menyerukan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.
Kemudian, ia juga menekankan pentingnya edukasi yang berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan melalui kegiatan sosialisasi. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan, DPRD Samarinda, lanjut Helmi, akan terus berupaya mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan ini.
Lebih lanjut, ia memastikan akan mengundang pihak-pihak terkait guna mengevaluasi kendala yang ada serta membahas langkah konkret untuk perbaikan ke depan.
“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti berbagai keluhan terkait pengelolaan sampah. Langkah ini termasuk memanggil pihak-pihak yang relevan untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik,” tutup politisi dari Partai Gerindra tersebut.





