DPRD Samarinda Dukung Pelican Crossing, Dorong Penambahan di Titik Strategis

Lintasasia.id Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus meningkatkan infrastruktur transportasi demi keselamatan pejalan kaki.

Salah satu langkah terbarunya adalah pengadaan pelican crossing yang kini telah diaktifkan di kawasan Teras Samarinda Tahap I, Jalan Gajah Mada, sejak 19 Desember 2024.

Fasilitas ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Fahruddin. Ia menilai keberadaan pelican crossing sangat penting, terutama mengingat tingginya antusiasme masyarakat terhadap ruang publik Teras Samarinda.

Sebelumnya, pengunjung yang ingin menyeberang di kawasan tersebut menghadapi risiko kecelakaan akibat kendaraan yang sering melaju kencang.

“Tanpa fasilitas ini, menyeberang di sana sangat berbahaya karena kendaraan yang melintas di Jalan Gajah Mada umumnya melaju cepat. Dengan adanya pelican crossing, kita mendorong masyarakat dan pengendara untuk lebih mematuhi aturan menyeberang jalan,” ujar Fahruddin, Jum’at (24/1/2025).

Ia juga memuji langkah Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda yang melibatkan petugas, termasuk Satpol PP, untuk menjaga lokasi agar fasilitas tersebut digunakan secara tepat.

“Kekhawatiran kita adalah jika fasilitas ini digunakan secara tidak semestinya, misalnya oleh anak-anak. Namun, dengan adanya petugas yang berjaga, kita harap itu bisa dicegah,” tambahnya.

Fahruddin berharap pengadaan pelican crossing tidak berhenti di Jalan Gajah Mada saja.

Menurutnya, fasilitas serupa perlu diperbanyak di lokasi-lokasi lain yang padat lalu lintas dan sering digunakan untuk menyeberang, seperti Jalan Agus Salim.

“Kami sangat mendukung jika pelican crossing ini diperbanyak di Samarinda, terutama di titik-titik strategis seperti Jalan Agus Salim atau kawasan lain dengan aktivitas pejalan kaki yang tinggi,” ucapnya.

Terkait kekhawatiran sebagian masyarakat bahwa pelican crossing bisa menyebabkan kemacetan, Fahruddin memastikan hal tersebut tidak akan menjadi masalah.

Ia menjelaskan bahwa durasi lampu pada fasilitas ini telah diatur agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Saya rasa fasilitas ini tidak akan menimbulkan kemacetan. Durasi nyala lampunya sudah dirancang dengan baik agar lalu lintas tetap lancar. Fokus kita adalah menciptakan penyebrangan yang aman tanpa mengabaikan situasi jalan raya,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *