Lintasasia.id Samarinda – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 04 Samarinda Utara menarik perhatian publik setelah anggaran sebesar Rp28 juta dihabiskan hanya dalam lima hari.
Program ini menyediakan 510 porsi makanan setiap harinya dengan harga Rp11.000 per porsi.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, memberikan pandangan terkait besarnya anggaran tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa perbedaan harga bahan makanan di Samarinda dibandingkan daerah lain, seperti di Pulau Jawa, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya.
Selain itu, biaya operasional program juga tidak tercakup dalam anggaran harga per porsi makanan.
“Perbedaan harga bahan pokok di daerah tentu memberikan dampak besar pada program ini. Terlebih lagi, biaya operasional ternyata tidak termasuk dalam perhitungan harga per porsi,” ujar Sani, Jum’at (24/1/2025)
Meski anggaran sebesar 6,5 persen dari APBD Samarinda telah dialokasikan untuk mendukung program ini, Sani menegaskan bahwa total kebutuhan dana MBG belum dapat dipastikan.
Hal ini disebabkan belum adanya Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan program MBG di wilayah Kalimantan Timur. Akibatnya, anggaran sementara yang digunakan sepenuhnya berasal dari APBD.
“Kita memiliki alokasi 6,5 persen dari APBD untuk program ini, tetapi pertanyaannya, apakah dana tersebut mencukupi? Kita masih perlu memastikan itu,” tambahnya.
Sani juga menekankan pentingnya campur tangan pemerintah pusat dalam mendukung pembiayaan program ini.
Menurutnya, DPRD Samarinda bersama Pemerintah Kota tetap berkomitmen mendukung pelaksanaan MBG, tetapi keterbatasan APBD menjadi kendala utama.
“Kami berharap agar anggaran untuk program ini dapat disuplai melalui APBN. Jika hanya mengandalkan APBD, dikhawatirkan akan menambah beban fiskal daerah yang sudah terbatas,” tutupnya.
Dengan adanya kepastian dari pemerintah pusat, DPRD Samarinda berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas anggaran daerah.





