Legislator Samarinda Soroti Rendahnya Upah Guru Madrasah, Dorong Dukungan dari Baznas

Lintasasia.id Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya upah yang diterima oleh para guru madrasah.

Menurutnya, gaji yang diberikan masih jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK), meskipun mereka memiliki peran penting dalam mencerdaskan anak bangsa.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ismail pernah berprofesi sebagai guru dan merasakan langsung tantangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dengan penghasilan yang terbatas.

Kendati demikian, ia tetap mensyukuri pendapatan tersebut karena dapat menopang kehidupan sehari-hari.

Namun, ia menilai bahwa saat ini sudah seharusnya para guru mendapatkan upah yang lebih layak.

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dapat berperan dalam membantu kesejahteraan guru melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita memiliki peluang untuk membantu para guru. Sebelumnya, kami sudah menyampaikan kepada BPJS mengenai kemungkinan adanya kerja sama dalam hal ini,” ujarnya, Rabu (29/1/2025).

Ismail juga mengingat kembali pengalamannya saat masih mengajar, ketika seorang pengelola kantin di sekolahnya bertanya tentang besaran gaji guru.

Setelah berdiskusi lebih lanjut, ia mendapati bahwa penghasilan pengelola kantin tersebut ternyata lebih besar dibandingkan gajinya sebagai tenaga pengajar.

“Orang itu terkejut dan berkata, ‘Jadi gaji saya lebih besar dari Anda?’ Saya hanya menjawab, ‘Ya, kami ini hanya unggul dalam hal seragam saja,’” kenangnya.

Dengan kondisi tersebut, Ismail berharap ada perhatian lebih dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga terkait, untuk meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *