Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim: Kawasan Ini Jadi Prioritas Pembangunan Kolam Retensi

Lintasasia.id Samarinda – Setelah Jalan Damanhuri menjadi salah satu lokasi pembangunan kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan bahwa masih ada beberapa wilayah lain yang perlu mendapat perhatian serius dalam penanganan banjir.

Menurut Deni, kawasan yang harus diprioritaskan untuk pembangunan kolam retensi adalah Bengkuring di Kelurahan Sempaja Timur serta Tanah Datar di Kecamatan Muara Badak.

“Banjir di Bengkuring sangat memprihatinkan, terutama ketika curah hujan tinggi. Saat ini, pembangunan kolam retensi di sana memang sudah berjalan, tetapi prosesnya masih belum optimal,” ujarnya, Kamis (30/1/2025).

Deni berharap proyek kolam retensi di Bengkuring dapat segera diselesaikan, mengingat banjir di wilayah tersebut cukup parah.

Selain itu, lokasinya yang berdekatan dengan perbatasan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memungkinkan adanya aliran air dari daerah tersebut yang memperparah kondisi banjir.

Selain Bengkuring, Deni juga menyoroti kondisi di Tanah Datar, yang menurutnya tidak hanya terdampak oleh faktor alam tetapi juga akibat aktivitas pertambangan di wilayah perbatasan.

“Meski aktivitas tambang tidak berada di Samarinda, dampaknya sangat terasa. Aliran air dari Kukar masuk ke Samarinda karena berbatasan langsung dengan wilayah kita,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kolam retensi di Tanah Datar sangat diperlukan untuk mengurangi risiko banjir, sekaligus mengelola limpasan air yang berasal dari perbatasan.

Di sisi lain, Deni turut mendukung rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk membuka akses jalan alternatif dari Sambutan menuju Bandara APT Pranoto.

“Saat ini, kita hanya mengandalkan jalan poros Samarinda-Bontang. Jika terjadi banjir, akses transportasi bisa terganggu, bahkan dapat berdampak pada stabilitas operasional di Bandara APT Pranoto,” paparnya.

Sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur, politikus Partai Gerindra ini berharap agar Pemkot Samarinda semakin mengintensifkan langkah strategis dalam penanganan banjir serta mitigasi bencana.

“Sudah sepatutnya kita terus berbenah. Pembangunan yang telah berjalan perlu ditingkatkan, sementara program yang belum terealisasi harus segera dilaksanakan. Dengan begitu, kita dapat mengurangi risiko banjir dan tanah longsor demi menjadikan Samarinda sebagai kota pusat peradaban yang lebih baik,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *