Pemkot Diminta Bertindak, Anak Jalanan di Samarinda Kian Marak

Lintasasia.id Samarinda – Keberadaan anak jalanan di Kota Samarinda terus menjadi perhatian publik. Meski telah ada aturan yang melarang pemberian uang kepada mereka, realitas di lapangan menunjukkan bahwa jumlah anak jalanan masih tinggi.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyoroti maraknya anak-anak yang mengamen atau meminta-minta di persimpangan jalan. Ia mengkhawatirkan kondisi ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan.

“Kami melihat ini sebagai masalah serius. Anak-anak yang berkeliaran di jalan sangat rentan terhadap berbagai bahaya, termasuk kecelakaan lalu lintas. Harus ada pengawasan yang lebih ketat dari pihak terkait,” ujarnya.

Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk lebih aktif dalam melakukan pemantauan di lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat anak jalanan beraktivitas. Langkah ini dinilai penting agar keberadaan mereka bisa ditekan dan tidak semakin bertambah.

Selain aspek keselamatan, Anhar menyoroti tingginya jumlah anak jalanan juga dinilai menjadi hambatan bagi Samarinda untuk mencapai predikat Kota Layak Anak (KLA).

“Jika masalah ini tidak segera ditangani, tentu akan semakin sulit bagi Samarinda untuk meraih status Kota Layak Anak. Kita perlu memastikan bahwa anak-anak mendapat perlindungan dan hak mereka terpenuhi,” lanjutnya.

Sebagai politikus dari Partai PDIP, Anhar menilai bahwa faktor ekonomi berperan besar dalam fenomena ini. Kesulitan ekonomi yang dialami banyak keluarga membuat anak-anak mereka terpaksa turun ke jalan untuk mencari penghasilan.

“Kita harus melihat akar masalahnya. Banyak keluarga yang tidak punya pilihan lain selain membiarkan anak mereka mencari uang di jalan. Ini menunjukkan bahwa kita perlu solusi yang lebih komprehensif, bukan hanya penertiban semata,” tambahnya.

DPRD Samarinda berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan anak jalanan. Selain pengawasan yang lebih ketat, diperlukan program pembinaan yang efektif agar mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *