Minim Sosialisasi, Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Samarinda Belum Maksimal

Lintasasia.id Samarinda — Pemerintah telah menyediakan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, namun hingga kini pemanfaatannya di Kota Samarinda masih jauh dari optimal. Kurangnya sosialisasi dan rendahnya kesadaran masyarakat diduga menjadi penyebab utama program ini belum berjalan maksimal.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah puskesmas di Samarinda melaporkan bahwa layanan kesehatan gratis ini belum banyak dimanfaatkan warga. Bahkan, di beberapa puskesmas seperti Pasundan dan Sambutan, belum ditemukan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronnie Pasie, menilai kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat pemeriksaan kesehatan gratis merupakan langkah preventif yang bisa membantu masyarakat mendeteksi penyakit sejak dini.

“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jika program pemeriksaan gratis ini dimanfaatkan secara luas, banyak penyakit bisa dideteksi dan ditangani lebih cepat. Sayangnya, masih banyak warga yang belum memanfaatkannya,” ujar Novan, Selasa (11/2/2025).

Menurutnya, ada dua kemungkinan yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat. Pertama, kurangnya sosialisasi dari pihak terkait sehingga masyarakat belum mengetahui adanya program ini. Kedua, masih adanya stigma atau anggapan bahwa pemeriksaan kesehatan hanya perlu dilakukan saat sudah sakit.

Faktor lain yang juga menjadi perhatian adalah akses dan mekanisme pendaftaran layanan ini. Meskipun warga dapat mendaftarkan diri melalui aplikasi atau langsung di puskesmas, banyak yang belum mengetahui prosedurnya.

Hal ini menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan yang telah disediakan.

Sebagai langkah awal, DPRD Samarinda mendorong agar sosialisasi mengenai program ini diperluas hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Informasi mengenai pemeriksaan kesehatan gratis harus lebih gencar disampaikan melalui berbagai media, termasuk melalui tenaga kesehatan, kader posyandu, dan perangkat kelurahan.

“Petugas di puskesmas sebenarnya siap membantu proses pendaftaran. Pertanyaannya sekarang, apakah masyarakat sudah mendapat informasi yang cukup mengenai layanan ini? Ini yang perlu kita evaluasi,” tambahnya.

Ke depan, DPRD Samarinda berencana memantau perkembangan pemanfaatan layanan ini dalam waktu dekat. Jika partisipasi masyarakat masih rendah, langkah-langkah strategis akan diambil, termasuk kemungkinan menggandeng tokoh masyarakat serta memperkuat peran anggota dewan dalam menyebarluaskan informasi.

“Jika dalam satu minggu ke depan masih belum ada peningkatan, kami akan mencari tahu apa yang menjadi kendalanya. Apakah memang kurangnya sosialisasi, kesadaran masyarakat, atau ada faktor lain yang menghambat,” pungkasnya.

Program pemeriksaan kesehatan gratis seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

Namun, tanpa sosialisasi yang masif dan kesadaran yang tinggi, manfaatnya tidak akan dirasakan secara luas. Peran aktif semua pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, sangat dibutuhkan agar program ini benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan warga Samarinda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *