Lintasasia.id Samarinda — Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menyambut baik rencana pengembalian Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu indikator evaluasi pendidikan di Indonesia. Ia menilai UN dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk lebih giat dalam belajar.
Menurutnya, keberadaan UN memiliki dampak positif terhadap motivasi akademik siswa.
“Saya pribadi mendukung pelaksanaan Ujian Nasional karena masyarakat kita perlu dorongan agar lebih rajin belajar. Tekanan dalam pendidikan itu penting agar ada target yang harus dicapai,” ujar Ismail, Selasa (18/2/2025).
Ia membandingkan sistem pendidikan Indonesia dengan Finlandia, yang dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
Namun, ia menilai model pendidikan Finlandia yang tidak menerapkan ujian dan memiliki jam belajar yang lebih fleksibel belum tentu cocok untuk diterapkan di Indonesia.
“Finlandia memang terkenal dengan sistem pendidikannya yang baik, tetapi kurikulum di sana sangat berbeda dengan Indonesia. Masyarakat kita memiliki karakteristik tersendiri yang harus diperhitungkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ismail juga menyoroti sistem pendidikan di Tiongkok yang menerapkan tekanan akademik tinggi sebagai salah satu kunci keberhasilan pembangunan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonominya.
“China bisa menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia berkat sistem pendidikannya yang ketat. Tekanan akademik, termasuk ujian, mendorong siswa untuk lebih berprestasi. Jadi, UN bukan hanya sekadar formalitas, tapi juga bagian dari upaya menciptakan budaya kompetisi yang sehat di dunia pendidikan,” paparnya.
Sebagai politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ismail menegaskan bahwa penghapusan UN perlu dikaji kembali secara mendalam. Ia percaya bahwa UN dapat menjadi alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional serta mendorong siswa mencapai standar akademik yang lebih baik.
“Pendidikan harus tetap memiliki ukuran yang jelas. Oleh karena itu, menurut saya, UN sangat diperlukan untuk memastikan siswa memiliki standar kompetensi yang baik sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya,” pungkasnya.





