Dorong Pemerataan Pendidikan, DPRD Samarinda Usulkan Setiap Kecamatan Miliki Sekolah Terpadu

Lintasasia.id Samarinda – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Samarinda terus menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mendorong Pemerintah Kota untuk membangun sekolah terpadu di setiap kecamatan demi mencegah ketimpangan pendidikan.

Rencana pembangunan sekolah bertaraf internasional yang diinisiasi Pemkot Samarinda memang telah memicu beragam tanggapan. Meski pembangunan telah dimulai sejak April tahun lalu dengan memanfaatkan bangunan SMPN 16 di Jalan Jakarta, Loa Bakung, Ismail menilai pemerataan akses pendidikan harus tetap menjadi prioritas.

“Setiap daerah sebaiknya memiliki sekolah unggulan sebagai percontohan. Kalau tidak bisa serentak, setidaknya ada satu sekolah terpadu di setiap kecamatan,” ungkapnya, Jum’at (21/2/2025).

Sekolah terpadu ini dirancang dengan tiga jenjang pendidikan—SD, SMP, dan SMA—dalam satu kawasan. Fasilitas lengkap serta kurikulum internasional, termasuk penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Samarinda.

Meski begitu, masyarakat menaruh perhatian pada proses seleksi masuk yang dikhawatirkan hanya akan menguntungkan kalangan tertentu. Menanggapi hal ini, Ismail memastikan seleksi akan berbasis kemampuan siswa.

“Masuknya tetap melalui tes yang adil, jadi semua anak punya kesempatan yang sama,” tegasnya.

DPRD, lanjutnya, akan mengawal ketat jalannya pembangunan serta operasional sekolah tersebut agar tidak melenceng dari tujuan awal.

“Sinergi antara DPRD dan Pemkot penting agar target pemerataan pendidikan benar-benar tercapai,” tambahnya.

Ismail berharap, keberadaan sekolah terpadu ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa yang bersekolah di sana, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah lain di sekitarnya.

“Ini bukan soal mengistimewakan satu sekolah saja, tapi bagaimana kehadirannya bisa jadi pemicu perubahan positif di lingkungan pendidikan Samarinda,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *