Lintasasia.id Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, menyoroti berbagai proyek pembangunan yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Menurutnya, meskipun pembangunan terus berjalan, hal tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka pengangguran di kota ini.
Joha menjelaskan bahwa meskipun banyak proyek telah dibangun, tenaga kerja lokal masih belum banyak terserap.
Akibatnya, tingkat pengangguran di Samarinda tetap tinggi dan belum mampu mengatasi salah satu persoalan utama di tingkat nasional.
“Sejumlah proyek seperti pembangunan Teras Samarinda, terowongan, dan renovasi Stadion Segiri belum memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di Samarinda,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pelaksanaan program Pro Bebaya.
Ia mencontohkan salah satu kelurahan di Samarinda Utara, di mana hanya diperbolehkan mengusulkan satu jenis kegiatan karena keterbatasan anggaran yang sudah dialokasikan melalui program tersebut.
“Saat ini, setiap kelurahan hanya diperkenankan mengusulkan satu item kegiatan fisik, satu program di sektor ekonomi, serta satu di sektor budaya,” jelasnya.
Ia menduga bahwa keterbatasan tersebut terjadi karena anggaran lebih banyak terserap untuk proyek-proyek berskala besar, seperti pembangunan terowongan, Teras Samarinda, dan Stadion Segiri.
“Faktanya, dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), kebutuhan masyarakat sudah dibatasi sejak awal akibat keterbatasan dana,” tambahnya.
Sebagai anggota DPRD Samarinda dari Partai NasDem, Joha berharap agar berbagai masukan dari DPRD maupun instansi terkait dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan pembangunan infrastruktur besar dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada proyek-proyek besar, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik,” pungkasnya.





